Salah satu olahraga ekstrim yang cukup digemari masyarakat khususnya di dunia internasional adalah olahraga Paralayang. Disebut juga sebagai paragliding, olahraga ini memacu adrenalin dari pelakunya karena membutuhkan keberanian untuk melompat dari tempat tinggi dan mendarat ke bawah. Sensasi terjun payung selama beberapa menit di udara itulah yang menjadi daya tarik utama dari olahraga ini.
Di Sumatera Utara sendiri, ekosistem olahraga paralayang sebenarnya sangat kondusif mengingat berbagai destinasi alam yang menakjubkan ada di sini. Salah satunya Danau Toba yang notabenenya dikelilingi bukit-bukit yang tinggi. Lalu, dimana saja spot olahraga paralayang di Sumut? Berikut Sardanagroup.co.id rangkum untuk kamu:
1. Bukit Gajah Bobok ke Wisma Sibayak
Salah satu spot tempat yang paling ideal untuk take off adalah via Bukit Gajah Bobok. Bukit Gajah Bobok sendiri memiliki ketinggian 1860 meter dpl. Kamu akan diajak untuk lepas landas dari tempat tersebut dan mendarat di sisi lainnya yakni di Wisma Sibayak, Tongging. Jika menempuh perjalanan darat waktunya bisa 40 menit sampai 1 jam namun via udara bisa lebih cepat setengahnya.
Selain itu, pemandangan selama di udara juga sangat menakjubkan karena dikelilingi bukit-bukit hijau, pemandangan birunya air danau toba, persawahan, kapal-kapal nelayan dan paling eksotis adalah air terjun Sipiso-piso yang bisa kamu lihat dengan jelas selama di atas. Pengoperasian paralayangnya juga diawaki oleh pilot professional sehingga kamu tidak perlu khawatir mengalami cedera atau kecelakaan selama mengikuti panduannya. Biayanya sendiri relatif di angka ratusan ribu sampai Rp. 1 jutaan. Kamu bisa menghubungi akun Instagram mereka di @kuliki_paralayang_karo untuk pertanyaan dan reservasi.
2.Puncak Sibodiala, Balige
Masih di seputaran Danau Toba, spot paralayang yang baru dibuka yahun 2024 ini adalah Puncak Sibodiala di Balige, Kabupaten Toba. Hanya perlu waktu sekitar 15 menit dari pusat kota Balige untuk mengakses lokasi take off paralayangnya. Anda harus mendaki bukit Sibodiala yang punya ketinggian 800 meter dpl untuk sampai dipuncaknya.
Sesampainya di puncak bukit, tersaji pemandangan yang memukau mulai dari hutan pinus, deretan perbukitan, perkampungan dan perkebunan warga hingga pemandangan danau toba yang sangat luas. Selain itu tak jauh dari sana ada Batu Basiha yang menampilkan tumpukan bebatuan sisa ledakan vulkanis danau toba sekitar 74.000 tahun lalu. Dan dari puncak itu, kamu bisa melakukan aktivitas paralayang dengan biaya hanya Rp. 550rb saja (sudah termasuk asuransi kecelakaan).
mantap
BalasHapus